BERAU – Karyawan PT. Jabontara Eka Karsa (JEK) di Batu Putih, Kabupaten Berau, kembali menuntut kejelasan pembayaran premi buah yang dinilai tidak sesuai dengan janji perusahaan. Pertemuan mediasi yang digelar pada Selasa (19/8/2025) harus ditunda setelah pimpinan tertinggi perusahaan tidak hadir.
Tuntutan Tujuh Poin
Dalam rapat yang berlangsung di ruang meeting PT. JEK mulai pukul 16.00–16.45 WITA, perwakilan karyawan menyampaikan tujuh poin tuntutan terkait pembayaran upah. Mereka menilai perhitungan premi buah yang diterima selama ini tidak sesuai dengan yang pernah disampaikan pihak perusahaan.
Perwakilan karyawan, Gatot, menyebut persoalan ini sudah dibahas lebih dari satu tahun namun tak kunjung ada penyelesaian.
“Kami semua karyawan merasakan ketidakadilan. Ada mosi tidak percaya terhadap manajemen di tingkat Sungai Raya (SR). Data dan fakta sudah kami sampaikan dan dibenarkan oleh manajemen SR. Karena itu, kami menuntut kehadiran langsung pimpinan tertinggi Agriculture Direktur KLK di Jabontara Batu Putih untuk mendengar langsung permasalahan ini,” ujar Gatot.
Sikap Manajemen
Sr. Estate Manager PT. JEK, Adi Ramdani, membuka pertemuan dengan menyatakan keterbukaan perusahaan untuk membahas tuntutan karyawan.
“Secara umum kita terbuka dalam segala hal, sama-sama berdiskusi untuk menemukan titik temu. Jika memang ada kesalahan dari manajemen, akan kita perbaiki. Berdasarkan tujuh item tuntutan, kita siap bahas,” kata Adi.
Namun, ia menjelaskan bahwa Agriculture Direktur KLK tidak bisa hadir karena sedang menjalani cuti. Ia juga menambahkan bahwa pejabat ekspatriat (asing) tidak dapat mengambil keputusan final di Indonesia, sehingga kewenangan ada di bagian humas perusahaan.
Rapat Ditunda
Ketiadaan pimpinan tertinggi membuat karyawan menolak melanjutkan agenda pembahasan. Pertemuan pun ditutup tanpa menghasilkan kesepakatan.
Lembaga Cendekiawan Anak Pahlawan (CAPA), yang hadir sebagai pendamping karyawan, menegaskan akan segera menjadwalkan ulang pertemuan dengan menghadirkan pimpinan tertinggi PT. JEK.
“Ketidakhadiran pimpinan utama menjadi perhatian serius. Kami mendorong agar undangan ulang segera dibuat agar penyelesaian permasalahan ini benar-benar mendapat perhatian penuh,” tegas perwakilan CAPA.
Dengan demikian, mediasi yang ditunggu-tunggu karyawan berakhir tanpa keputusan. Para pekerja berharap jadwal ulang pertemuan mendatang bisa menghadirkan pimpinan tertinggi perusahaan agar tuntutan mereka mendapat jawaban pasti.












