Erau Pelas Benua 2025 Ditutup, Bontang Kukuhkan Warisan Budaya

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat Erau Pelas Benua Tahun 2025 di Kampong Rumah Adat Guntung, Minggu (23/11/2025).

Bontang – Derai tawa dan debur air tradisi “Belimbur” menjadi penanda akhir yang penuh sukacita dari rangkaian Erau Pelas Benua Tahun 2025 di Kampong Rumah Adat Guntung, Minggu (23/11/2025). Acara budaya tahunan yang berlangsung sejak 16 November 2025 ini ditutup secara resmi oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di tengah sorotan antusiasme warga dan tamu kehormatan.

Prosesi penutupan dimulai dengan penyambutan khas tarian selamat datang, diikuti penghormatan kepada tamu kehormatan seperti Raden Gamal dari kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, VP Keamanan PT. Pupuk Kaltim Imade Giri, hingga perwakilan Forkopimda, OPD, dan tokoh-tokoh adat serta masyarakat. Suasana sarat makna kebudayaan ini menjadi momen puncak dari upaya Bontang menjaga warisan lokal di tengah modernitas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa Erau Pelas Benua bukan sekadar seremoni budaya, tetapi cerminan jati diri masyarakat Bontang. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat serta pihak swasta yang turut menyukseskan kegiatan ini.

“Erau Pelas Benua bukan hanya seremoni budaya, tetapi cermin identitas dan kebanggaan kita sebagai masyarakat Bontang,” ungkap Wali Kota.

Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, akan terus mendukung pelestarian budaya melalui alokasi anggaran dan penguatan program berbasis komunitas. Ia juga menyampaikan bahwa UMKM menjadi bagian penting dalam strategi pelestarian ini, karena kegiatan budaya membuka ruang pertumbuhan ekonomi rakyat.

Uniknya, dalam acara penutupan ini juga disisipkan kampanye GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku) sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan budaya dan wisata. Penampilan tari kreasi dari siswa SMP Negeri 9 Bontang bertema perjuangan korban kejahatan menambah kesan emosional sekaligus edukatif.

Tak hanya menyoal budaya, Wali Kota Neni juga mengumumkan rencana pembangunan jalan tembus Guntung dengan alokasi anggaran Rp7 miliar pada tahun 2026. Menurutnya, pembangunan ini akan membuka akses ekonomi dan pariwisata yang lebih luas bagi masyarakat Guntung dan sekitarnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada PT. Pupuk Kaltim dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang sebagai motor penggerak kegiatan. Ia berharap festival budaya ini dapat terus menjadi ajang pemersatu lintas generasi dan memperkuat ikatan sosial warga kota.

Dengan semangat pelestarian yang terus digelorakan, Erau Pelas Benua 2025 menutup perhelatannya bukan dengan titik, tetapi dengan koma—menandai berlanjutnya estafet budaya menuju generasi mendatang. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *