berau  

Diduga Ubah Aliran Sungai Siagung, Warga Segah Kampung Harapan Jaya dan Sekitarnya Gagal Panen Sawit

SEGAH – Petani sawit di Kampung Harapan Jaya dan sekitarnya, Kecamatan Segah, mengeluhkan gagal panen selama empat bulan terakhir akibat kebun mereka terus-menerus tergenang air. Kondisi ini diduga terjadi karena aliran Sungai Siagung berubah, sehingga air banjir tidak lagi cepat surut seperti sebelumnya.

Kepala Kampung Harapan Jaya, Ali Sasmirul, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, banjir di sempadan Sungai Siagung hanya berlangsung 2–4 hari sebelum air kembali surut. Namun kini, genangan bisa bertahan berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan.

“Kalau dulu, maksimal empat hari air sudah surut. Sekarang bisa berminggu-minggu tidak turun-turun. Warga jelas dirugikan karena kebun sawit tidak bisa dipanen,” ujarnya.

Ali menyebut, sedikitnya lima warga sudah melaporkan dampak langsung. Bahkan sebagian petani mengaku sudah empat bulan tidak mendapat hasil panen. Padahal, dalam kondisi normal, kebun sawit di sekitar sungai bisa dipanen hingga dua kali dalam sebulan.

“Pernah waktu seminggu tidak ada hujan, kebun sempat kering dan bisa dipanen. Tapi setelah itu air naik lagi karena aliran sungai tidak lancar,” ungkapnya.

Ali menegaskan, pihaknya tidak ingin memperdebatkan soal aktivitas perusahaan atau kewenangan terkait muara sungai. Yang terpenting, menurutnya, adalah adanya normalisasi aliran Sungai Siagung agar genangan tidak terlalu lama.

“Kalau pun banjir, air jangan sampai berminggu-minggu. Cukup dua atau tiga hari sudah surut, supaya warga bisa panen normal dua kali sebulan,” tegasnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberi solusi nyata. “Ini menyangkut perut masyarakat. Jangan sampai petani terus-menerus kehilangan mata pencaharian,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *