Bunda Neni Lepas Kontingen PGRI Bontang Menuju PORSENIJAR Kaltim 2025

Bontang – Di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, atmosfer pagi terasa hangat ketika Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melepas keberangkatan Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang yang akan berlaga pada PORSENIJAR Kaltim 2025. Seperti obor kecil yang saling menyalakan, suasana penuh semangat itu menjadi pengantar bagi 48 perwakilan guru yang akan mengharumkan nama daerah di Balikpapan mulai 16 hingga 19 November 2025 mendatang.

Kontingen tersebut terdiri dari 39 peserta dan 9 official yang akan turun dalam tujuh cabang lomba. Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Kontingen dari Wali Kota Neni kepada Ketua Kontingen yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Bontang, Saparuddin. Keberangkatan ini menjadi bentuk kepercayaan dan pengakuan terhadap kompetensi serta dedikasi para guru dalam bidang olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan motivasi mendalam bagi para peserta. Mengutip Socrates, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan soal mengisi bejana, melainkan menyalakan api pemikiran dalam diri peserta didik—api yang mengajarkan keberanian bertanya, kegigihan berpikir, dan semangat belajar tanpa henti.

“Guru yang berlari di lapangan, bernyanyi di panggung, atau beradu gagasan dalam lomba pembelajaran, sesungguhnya sedang menunjukkan satu hal yang sama bahwa pendidikan hidup dalam tindakan, karya, dan perjuangan,” ujarnya penuh semangat.

Wali Kota Neni kemudian menambahkan penjelasan tentang filosofi pemerintah kota dalam memandang anggaran pendidikan. Ia menekankan bahwa berbagai program Pemkot—mulai dari pembagian tas dan buku untuk 37.270 murid, pemberian 1.651 tablet bagi siswa SMP, hingga beasiswa UKT bagi 2.058 mahasiswa—bukanlah pengeluaran, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia unggul.

“Kalau kita bicara biaya, besar banget. Tapi kalau ini dilihat sebagai investasi, hasilnya akan kembali dalam bentuk generasi yang mampu melanjutkan pembangunan Kota Bontang,” jelasnya.

Neni juga berpesan agar seluruh anggota kontingen menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga marwah dunia pendidikan selama berlaga di Balikpapan. Ia menegaskan pentingnya kesehatan, kekompakan, dan disiplin sebagai kunci keberhasilan kontingen dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Menutup sambutannya, Neni menyampaikan doa dan optimisme bahwa Bontang mampu meraih prestasi tertinggi pada PORSENIJAR kali ini.

“Insya Allah, Bunda yakin Bontang bisa menjadi juara umum. Jaga kesehatan dan jaga keselamatan dalam perjalanan. Semoga semua dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik,” pungkasnya.

Keberangkatan kontingen ini bukan sekadar perjalanan menuju kompetisi, tetapi juga perjalanan membawa semangat pendidikan Bontang untuk terus maju, berinovasi, dan menginspirasi. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *