Newscakrawala.id || Adanya berita yang dimuat media lokal beberapa waktu lalu, akan dilakukan penutupan dan pembongkaran jembatan lama akses Menuju danau Ubur-Ubur di pulau kakaban yang terletak di daerah selatan pulau kakaban kecamatan Maratua.
Membuat warga yang ada di kecamatan Maratua dan Pulau Derawan yang Kesehariannya bekerja sebagai pembawa pariwisata yang juga merupakan sumber utama dalam mencari nafkah.
Salah seorang warga yakni Mardin dari Pulau Derawan kepada awak media kemarin Kamis (22/8/2024), mengatakan bahwa puluhan Driver Speed Boat Yang ada di Pulau Derawan dan Maratua serta Driver Speed dari Tarakan merasa kecewa dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Berau dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang mengatakan di media akan menutup dan membongkar jembatan yang ada di Pulau Kakaban yang lama.
“Kami keberatan dengan adanya kata-kata tersebut, ini adalah mata pencaharian kami sehari-hari. Sebagai warga Berau yang ada di pesisir seharusnya instansi terkait mengundang kami para Drever Speed membicarakan hal tersebut,”Ujarnya.
“Karena jika jembatan lama diwilayah selatan Pulau Kakaban yang masuk kampung payung-payung kecamatan Maratua, pada waktu musim angin Utara, mereka tidak bisa membawa tamu untuk berkunjung ke danau Ubur-Ubur,”ungkapnya.
“Karena jembatan yang berada di wilayah Utara pulau Kakaban yakni di Kehe Daing tidak bisa dipakai untuk menurunkan tamu karena gelombang yang cukup deras, sehingganya speed boat baik yang ukuran kecil dan besar tidak bisa bersandar di jembatan 2 yang baru dibangun, hal ini bisa membuat Speed boat rusak dan kesempatan penumpang sangat berbahaya,”Tandasnya.(*)












