berau  

Laporkan Hasil Manajemen Bandara Kalimarau Ke Sekkab Berau, Ferdinan Nurdin : Bentuk Tanggung Jawab Dalam Sektor Transportasi Udara

Newscakrawala.id || Tanjung Redeb. Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau,  Ferdinan Nurdin, bersama Kasubbag Keuangan dan Tata Usaha,  Yudhy Anggara, melaporkan hasil kegiatan manajemen Bandara Kalimarau kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Berau,  Muhammad Said, di kantor pemerintah daerah Kabupaten Berau,(01/08/24).

Disampaikan Ferdinan Nurdin bahwa Kegiatan ini merupakan bentuk pelaporan tanggung jawab Kepala Bandara Kalimarau dalam sektor transportasi udara di wilayah Kabupaten Berau, dengan tujuan menyampaikan kemajuan yang telah dicapai maupun yang sedang berjalan.

Ferdinan Nurdin juga menjelaskan bahwa Bandara Kalimarau telah bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim, Kantor Bea dan Cukai Tarakan, Maskapai Batik Air, PT SN Cargo, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan kegiatan ekspor langsung dari Bandara Kalimarau melalui program National Logistic Ecosystem (NLE).

Pada kesempatan tersebut juga , sebanyak 65 kg kepiting bakau hidup dan 320 kg ikan Silver Prompet beku telah diekspor, dengan total ekspor mencapai 385 kg.

“Ya,Ini merupakan langkah awal yang signifikan bagi para pelaku usaha untuk menggiatkan kembali ekspor melalui transportasi udara,”Ungkapnya.

 

Selain itu, Ferdinan Nurdin menyampaikan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur terkait rencana pembangunan Bandara Kalimarau, khususnya dalam perpanjangan runway 01.

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada masalah administrasi agraria yang menghambat proses pembangunan.

“Saat ini Bandara Kalimarau juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam mengatasi permasalahan obstruksi di runway 01, di mana tanah tersebut merupakan milik warga yang belum dihibahkan. Hal ini penting untuk memastikan kawasan tersebut aman sebagai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP),”tuturnya.

 

Lebih lanjut,Ferdinan Nurdin menyampaikan bahwa terdapat target yang belum tercapai, yaitu belum beroperasinya penerbangan rute Kalimarau – Maratua.

“Kita juga masih melihat Maskapai sedang mengkaji potensi pengembangan bisnis dan menganalisis okupansi penumpang untuk rute tersebut. Meskipun maskapai ingin mengakomodasi kebutuhan masyarakat Berau, mereka juga harus mempertimbangkan tingkat okupansi pesawat,”jelasnya .

“Tentunya hal ini perlu kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha resort untuk memastikan tamu-tamu resort menggunakan rute penerbangan Kalimarau – Maratua, sehingga bersama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik di sektor transportasi udara Kabupaten Berau,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *