NEWSCAKRAWALA.ID —Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Juhairi, melontarkan kritik keras terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Masalembu.
Ia mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Dinas Kesehatan untuk segera bertindak tegas dan mengevaluasi kepemimpinan kepala puskesmas setempat.
Menurut Juhairi, derasnya keluhan masyarakat terkait pelayanan yang buruk dan perilaku kepala puskesmas yang kerap “bolos” adalah bukti nyata kegagalan dalam menjalankan amanah.
“Ini bukti bahwa Kapus yang ada saat ini telah gagal. Sudah tidak ada komitmen menjalankan amanah Bupati agar seluruh pimpinan Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat,” tegas Ahmad Juhairi, Selasa (8/9/2026).
Juhairi menilai pembiaran terhadap kondisi ini hanya akan mencoreng citra Pemkab Sumenep yang selama ini mengklaim berkomitmen penuh pada pelayanan kesehatan.
“Oleh karena itu, Kapus yang ada sekarang harus segera diganti. Kita butuh pemimpin yang benar-benar hadir dan melayani. Jangan sampai karena satu orang, nama baik Kabupaten Sumenep jadi tercoreng,” desaknya.
Lebih keras lagi, Juhairi menyoroti dugaan praktik memindahkan ASN bermasalah ke wilayah kepulauan.
“Puskesmas Masalembu jangan dijadikan tempat pembuangan pegawai negeri yang nakal. Menempatkan orang bermasalah ke wilayah terpencil itu zhalim dan diskriminatif. Ini namanya pemerintah daerah tidak adil kepada warga Masalembu,” ujarnya geram.
Ia menegaskan, masyarakat Masalembu berhak mendapatkan tenaga kesehatan dan pimpinan yang benar-benar melayani, bukan yang sekadar “membuang badan”.
Juhairi menantang Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep untuk tidak ragu mengambil sikap.
“Dinkes tidak boleh takut untuk bertindak tegas. Jika Dinkes diam dan membiarkan persoalan ini berlarut-larut, itu sama saja memberikan citra buruk pada Pemkab Sumenep,” pungkasnya.
Penulis : amin












