Dari Jembatan Bambu ke Jembatan Permanen: Bakti TNI AD Antarkan Harapan Baru Warga Kedungdung Sampang

Keterangan Foto: Kondisi jembatan bambu penghubung Dusun Bates, Desa Daleman dengan Dusun Sandan, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang sebelum dibangun menjadi jembatan permanen oleh TNI AD,Jumat 10 Juli 2026.

NEWSCAKRAWALA.ID – Warga Dusun Bates, Desa Daleman dan Dusun Sandan, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang kini memiliki akses penghubung yang lebih layak dan aman.

Hal itu menyusul selesainya pembangunan jembatan penghubung antar dusun yang merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI Angkatan Darat. Kehadiran jembatan permanen ini mengakhiri ketergantungan warga pada jembatan bambu yang selama ini rawan dan membahayakan.,Jumat 10 Juli 2026.

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata pengabdian TNI AD untuk rakyat. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, mempermudah akses pendidikan, serta mempercepat pelayanan kesehatan di dua desa tersebut.

Selama puluhan tahun, warga kedua dusun hanya mengandalkan jembatan bambu sederhana untuk menyeberang. Kondisinya memprihatinkan, terutama saat musim hujan tiba.

Mustofa, tokoh masyarakat Dusun Bates Desa Daleman, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya jembatan baru tersebut.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur. Dulu kami hanya mengandalkan jembatan bambu yang sederhana dan berbahaya. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun dengan layak dan kokoh oleh pihak pemerintah terkait melalui TNI,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Moh. Adieb, warga Dusun Sandan Desa Gunung Eleh. Ia menyebut jembatan ini sangat dinantikan masyarakat.

“Saya sangat gembira atas dibangunnya jembatan penghubung antara Desa Daleman dan Desa Gunung Eleh. Terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah terkait, TNI, serta Kepala Desa Daleman dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan ini,” tuturnya.

Menurut warga, keberadaan jembatan ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Akses antar dusun yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih cepat dan aman.

Jembatan ini akan mempermudah:

1. Distribusi hasil pertanian dari Dusun Bates ke Dusun Sandan dan sebaliknya

2. Mobilitas anak sekolah yang setiap hari harus menyeberang untuk ke sekolah

3. Akses pelayanan kesehatan ke puskesmas dan fasilitas umum lainnya

Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan roda perekonomian masyarakat di dua desa ini juga ikut terdongkrak.

Di akhir penyampaiannya, warga berharap jembatan yang telah dibangun dengan gotong royong bersama TNI ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap fasilitas ini dapat terpelihara dengan baik. Semoga karya bakti ini menjadi berkah dan semakin mempererat tali persaudaraan antara TNI dengan rakyat,” kata Mustofa.

Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pulau Madura.

 

 

 

Reporter : Saladin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *