NEWSCAKRAWALA.ID – Antrean panjang kendaraan di SPBU akhirnya memaksa Tim Satuan Tugas Pengendalian BBM Subsidi Kabupaten Pasaman Barat turun langsung ke lapangan.
Berkolaborasi dengan PT Pertamina Sumatera Barat, tim gabungan menggelar inspeksi mendadak Kamis tanggal 4 Juni 2026.
Sidak yang dilakukan ini diduga telah ditemukan hasil praktik curang penggunaan barkode ganda untuk satu kendaraan berhasil dibongkar di dua titik SPBU.
Lokasi sidak difokuskan ke SPBU Simpang Empat dan SPBU Sarik Luhak Nan Duo.
Kedua titik ini selama ini jadi keluhan warga karena BBM subsidi sering langka dan antrean mengular hingga dini hari.
Kecurigaan itu terbukti saat petugas melakukan pemeriksaan acak pada kendaraan yang sedang mengisi Biosolar dan Pertalite, Jumat 5 Juni 2026..
Kabag Operasional Polres Pasaman Barat Kompol Farel memimpin langsung operasi tersebut. Ia menyebut tim tidak hanya mengecek fisik kendaraan, tetapi menelusuri data barkode secara digital.
Pemeriksaan menyasar empat hal krusial meliputi dari:
Pertama, kecocokan antara barkode dengan nomor polisi kendaraan.
Kedua, kemungkinan satu kendaraan membawa lebih dari satu barkode.
Ketiga, tanda-tanda modifikasi tangki untuk menampung BBM berlebih.
Keempat, riwayat pembelian berulang dalam sehari menggunakan barkode sama.
Temuan di lapangan mengejutkan, ada beberapa kendaraan kedapatan menggunakan barkode berbeda namun terdaftar untuk satu nomor polisi.
“Praktik seperti ini jelas penyalahgunaan. Subsidi BBM memang untuk rakyat kecil, bukan untuk diakali dengan cara-cara seperti itu,” tegas Kompol Farel.
Tanpa kompromi, kendaraan yang terbukti melanggar langsung didata dan diamankan petugas.
Tim checker dari PT Pertamina Sumatera Barat yang ikut dalam sidak segera memblokir dan menonaktifkan barkode ilegal tersebut agar tidak bisa dipakai lagi.
Kompol Farel menegaskan sidak ini bukan seremonial. Penegakan hukum siap diterapkan jika ditemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan dalam skala besar.
“Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan atau menimbun BBM subsidi akan diproses sesuai aturan perundang-undangan. Ini bentuk efek jera agar praktik serupa tidak terulang,” ujarnya.
Di sisi lain, tim Pertamina tidak hanya menindak. Mereka juga membina operator SPBU agar lebih ketat saat melayani pembeli.
Checker Pertamina Suroto mengingatkan bahwa petugas SPBU ada di garis depan pengawasan.
“Verifikasi barkode dan data kendaraan harus benar-benar teliti. Jangan sampai lengah sedikit karena itu celah masuknya penyalahgunaan,” pesan Suroto.
Kehadiran Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Pasaman Barat Agusli mewakili Bupati Yulianto menegaskan keseriusan pemerintah daerah. Ia menyebut pengawasan berkala sudah jadi instruksi langsung Bupati untuk menjaga distribusi BBM subsidi.
“Target kami jelas. petani, nelayan, pelaku UMKM, dan angkutan umum harus jadi prioritas penerima subsidi. Kalau ada oknum yang mengambil hak mereka, harus ditindak tegas,” kata Agusli.
Ia menambahkan, sidak tidak akan berhenti di dua SPBU ini. Pengawasan akan diperluas ke seluruh SPBU se-Pasaman Barat agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan antrean panjang bisa segera terurai.
Operasi ini melibatkan kekuatan gabungan. Tim Terpadu terdiri dari Checker PT Pertamina Sumatera Barat, Polres Pasaman Barat, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta Satpol PP Kabupaten Pasaman Barat.
Reporter : Jeni












