NEWSCAKRAWALA.ID – Tanjung Redeb Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tanjung Batu yang hingga kini belum beroperasi maksimal lantaran belum adanya fasilitas Pendingin sebagai tempat penyimpanan ikan, mendapatkan sorotan tajam dari para wakil rakyat, (28/4)
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas hasil tangkapan serta posisi tawar nelayan di pasar. Tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, nelayan terpaksa menjual ikan secepat mungkin agar tidak rusak.
“Karena tidak ada cold storage dan pabrik es, nelayan tidak punya pilihan, selain segera menjual hasil tangkapannya. Situasi ini membuat harga ikan sering terjun bebas,” ujarnya beberapa waktu lalu.
TPI Tanjung Batu berpotensi besar menjadi pusat distribusi hasil perikanan jika didukung sarana yang lengkap. Hal ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
“Kalau fasilitasnya lengkap, TPI bisa menjadi pusat distribusi sekaligus penggerak ekonomi nelayan,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Gideon turut menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola TPI, dan pelaku usaha. Sinergi dinilai menjadi kunci agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan hanya bangun fasilitas, tapi juga pastikan ada koordinasi yang baik agar benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.
Ia mengakui, sejumlah langkah sementara telah dilakukan oleh UPT TPI, seperti penyaluran cool box dan bantuan kendaraan roda tiga untuk distribusi hasil laut. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu menjawab kebutuhan jangka panjang. (Adv).
Reporter : SW












