Sampang – newscakrawala Kabel trafo PLN sepanjang 10 meter raib, dipotong, dikupas, dan diangkut pelaku di lokasi sepi.
Ini bukan pencurian biasa, akan tetapi kejahatan terencana yang menyasar aset strategis negara,Kamis (15/01/2026).
Kejahatan ini terungkap setelah pihak PLN menerima laporan masyarakat pada malam hari tepatnya Rabu (14/01/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, pemandangan yang tersisa hanyalah jejak perusakan brutal, kabel sudah terputus, kulitnya dikupas di tempat, dan meninggalkan ancaman gangguan listrik dan potensi bahaya serius.
“Aksi penjarahan ini bukan hanya merugikan PLN, tapi juga mengancam keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan masyarakat. Polres Sampang, saatnya bertindak tegas! Tangkap pelaku dan hentikan kejahatan ini, “kata Manager PLN Redi Ramadhan.
Redi Ramadhan, menjelaskan bahwa kejadian ini sebagai tindakan kriminal terang-terangan yang tak bisa lagi ditoleransi.
” Pihak PLN sudah melaporkannya ke polisi dan siap mengambil langkah hukum, kami tidak akan mentoleransi kejahatan ini. Pelaku harus ditangkap dan diadili,” tegas Manager PLN, Redi Ramadhan.
Menurutnya, ini bukan pencurian receh, melainkan kejahatan terencana yang menyasar aset strategis negara demi keuntungan gelap.
“Kabel yang dicuri sekitar 10 meter dan terbuat dari tembaga. Ini komponen vital. Dan dampaknya bukan hanya kerugian material, tetapi juga mengancam keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan masyarakat,” sebutnya.
PLN pun tidak lagi memberikan ruang kompromi. Karena langkah hukum resmi disiapkan dan kasus ini dipastikan naik kelas ke ranah pidana,ujarnya .
“Kami sudah menyiapkan seluruh berkas dan akan melimpahkan perkara ini ke Polres Sampang. Kami ingin kasus ini diusut tuntas,” tandas Redi Ramadhan.
Akibat aksi penjarahan ini, PLN harus melakukan pekerjaan darurat hari ini sampai selesai, sebuah konsekuensi yang kembali harus ditanggung publik akibat ulah segelintir pelaku rakus.
Kasus ini menjadi tamparan keras infrastruktur negara masih dijarah seperti ladang liar, terutama di titik-titik sepi yang minim pengawasan. Jika kejahatan semacam ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kabel tembaga melainkan wibawa negara dan keselamatan rakyat.
Kini publik menunggu tindakan tegas Polres Sampang. Tangkap pelaku, bongkar jaringannya, dan hentikan praktik kejahatan yang menjadikan fasilitas publik sebagai bancakan malam hari. Negara tak boleh kalah oleh pencuri kabel, tandasnya.
Pewarta : Saladin












