Samarinda – Ibarat inning terakhir dalam pertandingan, Pengurus Perbasasi Kalimantan Timur bersiap menutup masa baktinya dengan konsolidasi dan refleksi mendalam. Pertemuan antara jajaran pengurus dan Ketua Dewan Pertimbangan, Dr. Hasanuddin Masud, di Samarinda menjadi ajang penting untuk menata kembali langkah organisasi yang sempat terhambat oleh berbagai dinamika eksternal.
Ketua Umum Perbasasi Kaltim, Nidya Listiyono, bersama Bendahara Umum, Muhammad Reza Fadhillah Dja’far, menyampaikan laporan lengkap terkait perjalanan organisasi, termasuk perkembangan program pembinaan dan kondisi internal sejak awal masa jabatan. Fokus pembahasan juga mencakup kendala pelantikan yang tak kunjung terlaksana sejak 2022.
Menurut Nidya, pandemi dan agenda nasional menjadi penyebab utama pelantikan tertunda. Meski demikian, semangat organisasi tidak surut. Ia menyebut bahwa proses pembinaan tetap dijalankan karena menjadi inti dari keberadaan Perbasasi di daerah.
“Pelantikan memang belum sempat digelar, tapi kami tidak menjadikan itu penghambat. Program tetap berjalan, atlet tetap dibina. Kini menjelang akhir masa kepengurusan, kami tuntaskan juga proses pelantikan secara simbolik,” ucapnya.
Dalam suasana hangat, pengurus menyerahkan simbolis perlengkapan baseball dan softball kepada Dr. Hasanuddin, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan peran strategisnya selama ini.
Menanggapi laporan tersebut, Hasanuddin memberikan arahan yang menekankan pentingnya fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika fiskal dan politik, apalagi di tengah ketidakpastian pasca agenda politik nasional.
“Kita harus mampu bergerak meski kondisi fiskal terbatas. Pembinaan harus tetap hidup, karena itu inti keberlanjutan organisasi. Saat kondisi kembali memungkinkan, kita harus langsung siap tancap gas,” tegasnya.
Arahan itu diterima baik oleh pengurus. Reza Fadhillah menilai, masukan dari Dewan Pertimbangan sangat dibutuhkan untuk memperkuat landasan strategis organisasi ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan anggaran dan infrastruktur pembinaan.
“Kami akan gunakan arahan ini sebagai panduan untuk menyusun langkah selanjutnya. Terutama memastikan bahwa pembinaan bisa tetap jalan meski dalam kondisi terbatas,” katanya.
Konsolidasi ini juga menjadi bentuk rekonsiliasi emosional antara pengurus aktif dan tokoh senior, memperkuat rasa tanggung jawab kolektif dalam menyelesaikan sisa program yang telah dirancang.
Meski menghadapi tantangan struktural, Perbasasi Kaltim tetap aktif dalam berbagai event dan terus membina atlet potensial. Momentum akhir masa jabatan ini akan dijadikan pengurus sebagai titik refleksi sekaligus peluncuran semangat baru demi keberlanjutan pembinaan olahraga baseball dan softball di Kaltim.






