Hari Guru di Bontang Dimeriahkan Jalan Sehat dan Baksos

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Wakil Wali Kota Agus Haris
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Wakil Wali Kota Agus Haris

Bontang – Lautan manusia berkaus putih memadati Stadion Bessai Berinta, Minggu (30/11/2025) pagi. Ribuan guru dan masyarakat tumpah ruah dalam semarak Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar Pemerintah Kota Bontang bersama PGRI setempat.

Dengan senyum dan semangat, peserta memulai hari dengan senam bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sebelum mengikuti jalan sehat, donor darah, dan pemeriksaan mata gratis. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pendidikan dalam merayakan dedikasi para guru.

Acara akbar tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua TP PKK Nur Kalbi, Pj Sekda Akhmad Suharto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdu Safa Muha, Ketua PGRI Bontang Saparuddin, serta para guru dari seluruh penjuru kota.

“Peran guru tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter spiritual dan emosional anak-anak kita,” kata Wali Kota Neni dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi atas peran penting guru dalam memajukan pendidikan di Bontang hingga berhasil menorehkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan Timur. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan besar yang sedang dihadapi dunia pendidikan, seperti rencana pensiunnya 100 guru dalam waktu dekat serta hasil survei yang menunjukkan banyak siswa mengalami kecemasan dan membutuhkan pendampingan psikologis.

Wali Kota Neni pun menekankan pentingnya literasi digital. Ia mengingatkan guru dan orang tua untuk lebih bijak dalam menyikapi pengaruh media sosial terhadap perilaku pelajar. Ia menyebut gawai sebagai “pintu terbesar” bagi konten negatif yang bisa memicu perilaku menyimpang.

Sebagai respons terhadap berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kota Bontang berencana memasang CCTV berstandar Kominfo di seluruh sekolah. Langkah ini diambil untuk mencegah perundungan, kekerasan, dan perilaku tidak terpuji lainnya di lingkungan pendidikan.

Usai sambutan, suasana semakin meriah dengan kuiz interaktif dan pembagian doorprize. Dengan mengusung tema “Gesit — Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku”, Wali Kota secara simbolis melepas peserta jalan sehat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tahun ini.

Momen ini bukan sekadar selebrasi, tetapi juga refleksi tentang peran guru dalam membentuk masa depan generasi Bontang. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *