Tangerang Selatan – Di panggung megah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, nama Kota Bontang kembali bersinar pada Sabtu malam (8/11/2025). Dalam gelaran Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025, Pemerintah Kota Bontang menerima penghargaan nasional atas keberhasilannya mengembangkan konsep kota cerdas yang ramah lingkungan.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dari Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri, Dr. Drs. Amran, M.T.. Acara ini turut dihadiri para kepala daerah, pejabat kementerian, akademisi, dan mitra strategis nasional yang mendukung pembangunan smart city di Indonesia.
“Di Kota Bontang, terdapat banyak industri besar, seperti LNG dan perusahaan lainnya. Ini berarti kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan dan melestarikan lingkungan,” kata Neni Moerniaeni dalam pidato penerimaannya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi antara pemerintah dan sektor industri yang diwujudkan dalam berbagai program lingkungan seperti penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, dan pengelolaan sampah terpadu.
Kolaborasi ini juga difokuskan pada pengurangan emisi gas rumah kaca dengan mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan mendorong praktik pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mulai dari tingkat rumah tangga.
“Kami juga berkomitmen dengan pengelolaan sampah 3R. Bahkan ada instruksi untuk berpuasa Senin dan Kamis. Ini terbukti mengurangi sampah plastik dan dos-dos makanan,” ujar Neni.
Pemkot Bontang juga terus menggencarkan Gerakan GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita tidak perlu mengurusi sampah orang lain. Cukup urus sampah kita sendiri dari rumah. Itulah kontribusi paling nyata bagi kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Bontang menargetkan penurunan residu sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi hanya 10 persen, dari kondisi saat ini yang masih 50 persen.
ISNA 2025 tahun ini mengusung tema “Co-Creating The Future of City Branding through Sustainable Ecology & Food Resilience Innovation”, yang menekankan pentingnya inovasi dalam membangun masa depan daerah yang berdaya tahan dan berkelanjutan.
Penghargaan ini menjadi penanda bahwa Kota Bontang telah berada di jalur yang tepat dalam membangun kota industri yang juga peduli lingkungan dan manusia. (ADV).












