Bunda Neni Apresiasi Tasyakuran Dirosa dan GEMA Wahdah Islamiyah

Bunda Neni hadiri Tasyakuran Dirosa ke-3, soroti peran ibu dan pentingnya ilmu dalam membentuk generasi Qur’ani
Bunda Neni hadiri Tasyakuran Dirosa ke-3, soroti peran ibu dan pentingnya ilmu dalam membentuk generasi Qur’ani (Foto: Prokopim Bontang)

Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menghadiri Tasyakuran Dirosa Angkatan ke-3 dan GEMA Majelis Taklim Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Kota Bontang, Minggu (26/10/2025). Acara bertema “Meniti Jalan Hidayah, Raih Keberkahan Hidup dengan Cahaya Al-Qur’an” ini digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Kegiatan tersebut diikuti 72 peserta dan turut dihadiri oleh Ketua Komite I DPD RI, HA Sofyan Hasdam, serta Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bontang, Syahidah Syamsinar. Dalam sambutannya, Bunda Neni—sapaan akrab Wali Kota—menyampaikan kebahagiaannya atas perkembangan pesat kelompok majelis taklim di Bontang yang kini hampir menjangkau seluruh RT dari total 499.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan iman melalui majelis taklim, terutama bagi kaum perempuan, seraya menyinggung hadis tentang perempuan yang lebih banyak menghuni neraka karena lisan. Namun, ia optimistis bahwa kondisi itu bisa dibalik melalui kajian keislaman.

“Dengan Dirosa dan majelis taklim, InsyaAllah perempuan Bontang bukan hanya lebih baik, tapi bisa menjadi penghuni surga terbanyak,” ujarnya.

Menurut Bunda Neni, program Dirosa (Pendidikan Dasar Orang Dewasa Al-Qur’an) merupakan kebutuhan mendesak karena mempelajari Al-Qur’an hukumnya fardu ‘ain. Ia mengaitkan hal ini dengan misi pemerintah membangun transformasi sosial menuju masyarakat yang berakhlak dan cerdas secara spiritual.

Ia pun mengingatkan pentingnya peran ibu sebagai “madrasah pertama” bagi anak-anak di era digital yang penuh tantangan moral. Perilaku menyimpang yang dahulu terjadi di luar rumah, kini sudah menyusup ke kamar anak lewat gawai.

“Kalau tidak dibentengi dengan keimanan, anak-anak kita akan menjadi korban arus zaman,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Sofyan Hasdam memberikan ceramah tentang keutamaan ilmu pengetahuan, mengangkat kisah Nabi Adam AS yang dimuliakan Allah karena ilmunya, melebihi malaikat. Ia mengaitkan hal itu dengan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an sebagai ilmu tertinggi yang datang langsung dari Allah.

“Saya bisa jadi wali kota karena ilmu. Belajar Al-Qur’an adalah ilmu tertinggi,” ujarnya.

Sofyan juga memuji kebijakan pendidikan Kota Bontang yang dinilainya luar biasa. Sebagai senator yang telah berkeliling Indonesia, ia menegaskan belum menemukan daerah lain yang memberikan bantuan perlengkapan sekolah secara lengkap dan konsisten seperti di Bontang.

“Pendidikan bukan biaya, tapi investasi. Dan saya bangga dengan Bunda Neni karena memahami itu,” tambahnya.

Tasyakuran ini ditutup dengan penyerahan plakat dan penghargaan kepada peserta Dirosa terbaik peringkat 1, 2, dan 3. Acara berlangsung penuh syukur, diiringi semangat memperkuat peran perempuan dalam kehidupan spiritual dan sosial di Kota Bontang. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *