Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam audiensi bersama jajaran Lapas Kelas IIA Bontang. Pertemuan penuh makna ini digelar di Kantor Wali Kota Bontang pada Jumat (24/10/2025) pagi, membahas rencana sinergi strategis antara dua institusi penting tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Hernowo Sugiastanto, didampingi Kepala Lapas Bontang, Suranto, beserta jajaran pejabat struktural seperti Kepala KPLP Angga, Kasi Binadik Riza, Kasi Giatja Adi Sukatno, Kasubag TU Edy Jaang, dan perwakilan Analis Hukum Ahli Muda dari Bagian Hukum Setda, Yessy Rita Apsati. Dalam audiensi ini, pihak Lapas menyerahkan draf nota kesepahaman (MoU) kepada Pemkot Bontang sebagai dasar kerja sama.
Kerja sama yang ditawarkan mencakup penguatan program pembinaan narapidana dan anak binaan. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem pembimbingan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang memungkinkan warga binaan memperoleh keterampilan serta nilai-nilai positif sebelum kembali ke masyarakat.
“Kami menyambut baik usulan ini. Pemerintah Kota Bontang berkomitmen untuk mendukung program pembinaan warga binaan, karena mereka juga bagian dari masyarakat kita yang perlu kita rangkul kembali,” ucap Wali Kota Neni Moerniaeni dalam pertemuan tersebut.
Neni menambahkan, kolaborasi lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan produktif. Ia juga menilai, peran pemerintah daerah menjadi sangat krusial dalam memperkuat fondasi sosial bagi para warga binaan pasca pemasyarakatan.
Sementara itu, Hernowo Sugiastanto menyatakan bahwa kerja sama dengan Pemkot Bontang adalah langkah maju untuk menyelaraskan visi antara Ditjen Pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam upaya pembinaan dan integrasi warga binaan secara menyeluruh.
Kepala Lapas Bontang, Suranto, turut menjelaskan bahwa program ini tak hanya mencakup pembinaan spiritual dan mental, tetapi juga pelatihan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju bentuk kolaborasi konkret yang akan segera difinalisasi melalui MoU. Kedua pihak berharap kerja sama ini akan menjadi model yang dapat ditiru oleh daerah lain di Kalimantan Timur.
Dengan sinergi ini, Pemerintah Kota Bontang dan Lapas Kelas IIA optimis mampu memberikan kontribusi positif terhadap proses pembinaan serta mempercepat proses reintegrasi sosial warga binaan. (ADV).












