Warna-Warni Nusantara Meriahkan Bontang City Carnival

Pawai budaya dan BCC yang dilaksanakan Pemkot Bontang dalam perayaan hari jadi ke-26 Kota Bontang. (DISKOMINFO PEMKOT BONTANG )
Pawai budaya dan BCC yang dilaksanakan Pemkot Bontang dalam perayaan hari jadi ke-26 Kota Bontang. (DISKOMINFO PEMKOT BONTANG )

Bontang – Gegap gempita dan kemilau budaya menyelimuti pusat Kota Bontang pada Sabtu (25/10/2025) malam saat Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya 2025 digelar. Jalan Ahmad Yani disesaki ribuan penonton yang antusias menyaksikan parade seni dari berbagai penjuru daerah.

Sebanyak 107 kontingen yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), paguyuban, hingga kelompok masyarakat turut ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Karnaval budaya tersebut menjadi magnet hiburan yang menggambarkan kekayaan budaya sekaligus semangat kolaborasi masyarakat Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa perhelatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas masyarakat dalam mempersembahkan keberagaman seni budaya.

“Tema kali ini ‘Kemilau Kreativitas Bontang-ku, dengan Warna Warni Nusantara’, menggambarkan identitas Bontang sebagai kota yang kaya akan warna budaya,” ujar Neni dalam sambutannya di atas panggung utama.

Kemeriahan BCC tahun ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, secara resmi membuka acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat Bontang.

“Bontang City Carnival ini menjadi simbol kekuatan dalam keberagaman budaya. Sebuah wujud nyata persatuan dalam perbedaan,” tuturnya disambut tepuk tangan warga.

Acara yang berlangsung sejak petang hingga malam ini menyuguhkan berbagai atraksi menarik mulai dari tari kolosal, pawai kostum etnik, hingga musik daerah yang menggema di sepanjang rute karnaval. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias, bahkan rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan penampilan terbaik dari tiap kontingen.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga ruang ekspresi budaya yang memperkuat identitas kota. Diharapkan, momentum ini bisa menjadi kalender tahunan yang lebih besar dan mendatangkan wisatawan ke Bontang di masa mendatang.

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi dan partisipasi masyarakat yang luas, Bontang kembali menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi pemersatu di tengah keberagaman. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *