Bontang – Seperti cahaya harapan di tengah tantangan pelayanan kesehatan, Kota Bontang berhasil mencatat nol kasus kematian ibu sepanjang tahun 2025. Jika pencapaian ini dapat dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut, Kota Taman berpeluang menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia dalam penanganan kesehatan ibu dan anak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan capaian ini saat menghadiri Gerakan Posyandu Aktif dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan pada Kamis (13/11/2025) kemaren. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak layanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.
“Kader posyandu adalah ujung tombak kesehatan masyarakat. Mereka bukan hanya relawan. Tapi pejuang yang berperan langsung menurunkan angka stunting, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan,” ujar Neni Moerniaeni.
Ia menekankan bahwa posyandu aktif harus memenuhi empat indikator utama, yaitu: dibuka minimal delapan kali dalam setahun, memiliki lebih dari lima kader aktif, memberikan layanan sesuai siklus hidup, dan menerapkan pelayanan berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Menurut Neni, keberhasilan menekan angka kematian ibu hingga nol adalah hasil nyata kerja keras kolaboratif lintas sektor, utamanya melalui peran aktif kader dan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, acara ini juga menjadi ajang pelatihan digital bagi para kader. Sebanyak 60 kader telah mengikuti Pelatihan Digital 25 Keterampilan Kader Posyandu pada tahap pertama, sementara 390 kader lainnya dijadwalkan mengikuti pelatihan tatap muka pada Desember mendatang.
Dari total 915 kader aktif di Kota Bontang, sebagian besar masih belum mengakses pelatihan digital secara penuh. Namun, semangat peningkatan kapasitas terus digaungkan agar seluruh kader siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era digital.
Pemerintah Kota Bontang pun optimistis bahwa pencapaian nol kematian ibu ini bukan hanya prestasi jangka pendek, tetapi awal dari komitmen jangka panjang dalam mewujudkan kota sehat dan inklusif. (ADV).












