Bontang – Di tengah semangat Hari Kesehatan Nasional ke-61, Kota Bontang merayakan capaian penting dalam pelayanan kesehatan anak. Penimbangan balita di 15 kelurahan telah mencapai 100 persen, dan hasilnya menunjukkan penurunan signifikan angka stunting menjadi 16,34 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe, mengungkapkan hal ini saat menghadiri acara Gerakan Posyandu Aktif di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025). Ia menjelaskan bahwa Puskesmas Bontang Barat mencatat tingkat stunting terendah di antara wilayah lainnya, yakni sebesar 12 persen.
“Kegiatan operasi timbang akan dilakukan tiga kali setahun untuk hasil yang lebih optimal,” ujar Bahtiar Mabe, seperti dikutip dari unggahan Prokompim Bontang di Instagram.
Menurut Bahtiar, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa langkah berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk mendukung program nasional pengentasan stunting.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bontang, Nur Kalbi, menekankan bahwa peran kader Posyandu kini jauh lebih luas dari sekadar pelayanan ibu dan anak.
“Posyandu harus menjadi pusat layanan terpadu yang mendukung visi Bontang sebagai kota industri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ucap Nur Kalbi.
Ia menjelaskan bahwa kader Posyandu juga harus berperan dalam enam bidang utama yang tertuang dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum dan transportasi, serta ketertiban umum.
Sebagai bagian dari penguatan peran kader, kegiatan ini turut meluncurkan program Pelatihan Digital 25 Keterampilan Kader Posyandu. Sebanyak 60 kader telah mengikuti pelatihan tahap pertama, sementara 390 kader lainnya dijadwalkan menjalani pelatihan tatap muka pada Desember mendatang.
Dari total 915 kader aktif di Bontang, sebagian besar belum mendapatkan pelatihan berbasis digital. Nur Kalbi menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam menghadapi era transformasi digital pelayanan kesehatan.
“Makanya, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju peningkatan kompetensi kader di era transformasi digital,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kota Bontang optimistis mampu menekan angka stunting lebih jauh serta memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan layanan dasar masyarakat. (ADV).












