Gelombang Demonstrasi Anarkis Melanda Indonesia, Gedung DPRD Hingga Fasilitas Umum Dibakar Massa

JAKARTA – Indonesia diguncang gelombang demonstrasi dan kerusuhan besar-besaran yang pecah di berbagai wilayah pada akhir Agustus 2025. Aksi yang awalnya digelar sebagai bentuk solidaritas atas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta, berubah menjadi kerusuhan anarkis di sejumlah kota besar.

Dari Aksi Solidaritas Berubah Jadi Kerusuhan

Unjuk rasa yang diikuti mahasiswa, pelajar, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum mulanya berlangsung damai. Namun, tensi meningkat setelah aparat berupaya membubarkan massa. Bentrokan pun tak terhindarkan, diwarnai lemparan batu, pembakaran fasilitas umum, hingga perusakan gedung pemerintahan.

Pusat Kericuhan di Berbagai Kota

Jakarta – Bentrokan terbesar terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Massa membakar pagar dan tiang listrik, menyerang markas polisi hingga Gedung Gegana Brimob. Sejumlah kendaraan dinas ikut hangus terbakar.

Bandung – Kerusuhan berujung pada pembakaran rumah aset dan penjarahan warung warga, menimbulkan kerugian material puluhan juta rupiah.

Solo – Massa menyerang kantor pemerintahan daerah dan membakar fasilitas umum, memicu kepanikan warga.

Pekalongan – Gedung DPRD Pekalongan hangus dilalap api setelah diserang massa.

Nusa Tenggara Barat (NTB) – Gedung DPRD Provinsi NTB di Kota Lombok dibakar hingga mengalami kerusakan parah.

Makassar – Massa membakar Gedung DPRD Makassar dan merusak fasilitas publik di sekitarnya.

Yogyakarta – Pos polisi, rambu lalu lintas, dan fasilitas publik lainnya jadi sasaran perusakan.

Tegal – Aksi anarkis meluas dengan pembakaran fasilitas pemerintah daerah serta kantor pelayanan publik.

Surabaya – Bentrokan sengit pecah di pusat kota, dengan pos polisi dan fasilitas negara dibakar.

Kerugian dan Penegakan Hukum

Gelombang kerusuhan ini mengakibatkan kerusakan besar pada fasilitas umum dan gedung pemerintahan. Polisi menyebut ratusan pelajar dan massa aksi telah diamankan. Aparat juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang semakin tak terkendali.

Suara Masyarakat

Di tengah kekacauan, sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyerukan agar aksi protes tidak berubah menjadi perusakan. “Fasilitas publik dibangun untuk masyarakat sendiri. Jangan sampai kemarahan merugikan kita semua,” ujar seorang warga Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *